Waspada!…..Be alert….! I got to be more cautious…more vigilant.

Beberapa hari yang lalu saat keriuhan pembobolan rekening bank melalui ATM masih belum reda, seseorang mencoba menipu ku melalui akun Facebook. Dan kemudian diketahui percobaan penipuan itu dilakukan secara masif hampir pada semua nama yang yang menjadi “friend” pada akun Facebook temanku itu.

Waktu kejadian  :  pada jam istirahat siang ( sipenipu memilih waktu beraksi dengan cermat, istirahat siang hari menurutku adalah saat dimana pekerja memiliki waktu untuk log on pada akun dan sering kali mengupdate statusnya )

Kronologi kejadian  :  tiba-tiba salah seorang alumnus SMA dulu dan teman akun FB ku ( kita sebut saja namanya Aaaaaaa ) menyapa melalui chat box lalu terjalinlah pertukaran kalimat seperti chat thread di bawah ini.

12:15pm Aaaaaaa

lagi dimana

12:16pm Aku

Hallu Aaaaaaa. Po kabar?

Lamo dak denger kabar dari kau

12:16pm Aaaaaaa

ia biasa

sibuk ni

pa kabar juga

bisa minta tolong btar kan

12:17pm Aku

Sippppppp, apo yang pacak aku tolong??

12:18pm Aaaaaaa

bisa tolong bantu gw transferin duit dulu kan,ntar jam 3 paling telat baru gw transferin balikin..
soalnya lagi sibuk ini

12:18pm Aku

transfer kemano? berapo?

12:19pm Aaaaaaa

bca

4jt

12:19pm Aku

no rek? atas namo siapo?

12:19pm Aaaaaaa

No. 3491076699 , a/n Winsen

tar jam 3an baru gw trasnferin balik,ok

12:23pm Aku

OK. Ntar ya…

12:23pm Aaaaaaa

ok

jam brapa kira2?

minta no rek kmu, tar siap Tt balik gw kabarin

12:24pm Aku

Ntar balikinnya gampang, minta no hape, ntar di sms kalo ud transfer.

12:25pm Aaaaaaa

ok

081373xxxxxx / 081289xxxxxx

12:26pm Aku

OK Ntar ku kabarin..

12:26pm Aaaaaaa

ok

Hingga kalimat keempat jawaban masih belum timbul kecurigaanku walaupun terasa agak aneh karena teman yang satu ini belum pernah bersikap demikian, dalam arti dia belum pernah meminjam uang pada ku serta sapaannya yang “dingin” tidak seperti biasanya yang heboh sesuai karakter kedaerahan kami.

Pada saat Aaaaaaa memberikan nomor rekening bukan atas namanya mulai aku memperhatikan kalau dia memakai kata ganti dirinya GW, gue, padahal sepanjang dialog hingga saat itu aku berbahasa daerah seperti biasanya kami bercakap-cakap.

Setelah menjawab “OK. Ntar ya…” aku segera menelpon hape Aaaaaaa untuk konfirmasi.

Benar saja, ternyata Aaaaaaa tidak tau menau dan saat itu ia sedang makan siang bersama salah seorang rekan alumni SMAyang aku kenal juga. Memahami situasi sebenarnya aku meneruskan dialog tersebut hingga dia memberikan nomor hapenya, yang mengherankan salah satu nomor tersebut merupakan nomor hape yang kuhubungi untuk konfirmasi tadi.

Beberapa saat kemudian Aaaaaaa asli mengabarkan kalau hampir semua teman akun FB dan YMnya juga mengalami modus yang sama, tetapi hingga saat ini belum terdata adanya teman yang menjadi korban. Beberapa teman alumni menyatakan mereka curiga pada perbedaan pemakaian bahasa sehari-hari serta peringatan yang segera diposting di milis alumnus. Bahkan beberapa teman mengacuhkan permintaan tersebut karena sempat membaca wall teman lain yang mengupdate statusnya dengan kecurigaannya terhadap permintaan melalui chat box itu.

Hingga di sini aku ingin membahas trik si penipu selain memilih waktu untuk kontak juga nominal yang diminta tidak terlalu besar, hanya pada kisaran 2-4 juta. Mungkin dengan pemikiran supaya jumlah yang tidak spektakuler akan membuat orang lebih mudah tergerak untuk membantu tanpa konfirmasi terhadap sipemilik akun yang asli.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana si penipu dapat menguasai akun Facebook tersebut? Memang sejak beberapa hari terakhir Aaaaaaa asli tidak dapat menggunakan YM maupun mengakses akun Facebooknya. Tapi berhubung ia masih dapat berhubungan dengan teman-teman melalui Blackberry, hal ini tidak membuatnya mencoba lebih jauh. Di sinilah kelalaian temanku itu sehingga membuka peluang kejadian seperti itu. Sebaiknya setiap selesai menggunakan YM atau akun Facebook, biasakan untuk log off sehingga memperkecil kemungkinan orang lain menggunakan atau menguasai akun atas nama kita.

Salah seorang teman yang nyaris menjadi korban sudah melaporkan nomor rekening si penipu ke kantor cabang bank tersebut dan di data. Apakah akan ada tindak lanjutnya…….?????

Aku jadi teringat pada percobaan penipuan lain yang kualami…..

Empat bulan terakhir ini, setiap bulan aku menerima sms seperti ini  :

( namaku )..” lg dimana..? Ini aku..”fidella..” ada gk temen yg jual pulsa…?

Kadangkala menggunakan nama Stella yang juga aku kenal, tapi karena Fidella dan Stella ini remaja yang menyapaku ‘Tante’ serta  tidak mungkin mengirim sms dengan bahasa seperti itu, aku tidak terpengaruh. Pada kali kejadian pertama aku masih mencoba menelpon nomor pengirim 081994618177 dan 081994510691 tapi tidak diangkat.

Hingga 2 minggu yang lalu aku bertemu Fidella dan memperlihatkan sms itu. Diapun bercerita kalau dia menerima sms yang sama yang menggunakan namaku serta memberikan nomor telepon temannya yang menjual pulsa.

Singkat cerita, teman yang menjual pulsa itu tertipu pulsa Simpati 500rb yang masuk ke nomor handphone bukan milik Fidela. Padahal sms permintaan pulsa itu memakai nomor Fidella, tanpa sepengetahuan Fidella sendiri….

Rumit ya….

Untuk menghindari penipuan-penipuan seperti ini, kita perlu mencermati hal-hal kecil yang kerap lupa diamati. Selain itu tidak ada salahnya bila kita membiasakan untuk waspada dalam segala situasi.

Besar kemungkinan si penipu tidak akan tertangkap atas percobaan penipuan yang dilakukannya kali ini tetapi setidaknya dengan menceritakan kejadian ini aku sangat berharap dapat mencegah jatuh korban yang tertipu dengan modus yang sama.

Dan aku juga berharap UU ITE tidak dikenakan pada posting ini karena aku hanya berniat tulus untuk mencegah penipu ini berhasil mendapatkan korban.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s