A Light in the Darkness

Ini judul sebuah drama Natal apokaliptik untuk merayakan Natal di GKY Green Ville pada tanggal 23 Desember 2009.

Sebuah drama perayaan Natal, yang menurutku dipandang dari  sudut yang lain sehingga sangat menarik dan berbeda dari drama-drama Natal lain yang sudah pernah kulihat.

Drama ini bukan sepenuhnya musikal tapi banyak dialog yang dinyanyikan dengan aransemen yang menarik. Selain pemeran utama, drama ini didukung oleh anggota paduan suara yang mendapat peran sebagai pasukan malaikat dan pasukan iblis.

Sistem play back memungkinkan pendukung dapat berkonsentrasi pada akting, mimik dan blocking. Walau play back tapi akting, mimik dan ketepatan gerak mulut dengan sound cukup baik.

Kostum, tata panggung, tata rias, cerita, lagu dan soundnya menunjukan kalau drama ini digarap secara sungguh-sungguh. Kostum pasukan Malaikat yang putih berkilau maupun pasukan Iblis yang kelam, digarap dengan baik.

Akting pemeran Lucifer kuanggap luar biasa……. Dari gerak tubuh yang tak pernah berhenti didukung kostumnya yang dipenuhi helai-helai bahan yang menjuntai diseluruh tubuhnya hingga pada pengucapan dialog yang bersesis-desis seperti ular penuh ancaman dan kemarahan. Belum lagi ekspresi matanya….bicara banyak!!!

Tokoh utamanya adalah Maria, Yusuf, Malaikat Gabriel, Malaikat Mikael, Iblis Lucifer serta Tuhan yang dimanifestasikan dengan cahaya terang dibelakang backdrop putih.

Moment ceritanya sangat berbeda dengan cerita kelahiran Yesus di palungan serta perjalanan tiga orang Majus. Cerita dibuka dengan scene saat Malaikat Gabriel diutus Tuhan untuk mengabarkan berita baik kepada perawan Maria saat itu juga Iblis berusaha keras untuk menghalanginya hingga Mikail pun diutus untuk melawan Iblis.  Setelah gagal menghalangi Gabriel, Iblis lalu berusaha menggagalkan ketaatan Maria menerima rencana Tuhan itu. Demikian pula selama perjalanan Maria yang tengah hamil beserta Yusuf menuju Betlehem, Iblis tidak pernah berdiam diri serta terus berusaha menghancurkan pasangan ini. Hanya satu tujuan Iblis yaitu menggagalkan kelahiran Yesus untuk menyelamatkan manusia.

Tetapi pada saat yang bersamaan tanpa sepengetahuan Maria maupun Yusuf, Malaikat selalu melindungi pasangan ini, selalu dalam pertempuran tak henti melawan Iblis. Hingga pada saat drama berakhir dengan kelahiran bayi Yesus, perlindungan itu tak pernah henti.

Kita dapat bercermin pada drama ini, demikian pula dalam kehidupan kita pada saat hendak taat dan melakukan rencana Tuhan, Iblis tak akan tinggal diam dan akan terus berusaha menggagalkan ketaatan kita.

Tetapi seperti cerita drama diatas, seringkali tanpa kita ketahui pula, Malaikat terus melindungi dan menguatkan kita selama taat pada rencana Tuhan.

Hal ini sangat membesarkan hati……….

Paduan suara saat membuka acara dengan dekor panggung dilatar depan

Anggota paduan suara dengan tata rias mata menghitam memerankan pasukan Lucifer yang lain menjadi pasukan Malaikat

Dekor tangga masuk

4 thoughts on “A Light in the Darkness

  1. Hi Myiota.. saya baru saja membaca tulisanmu mengenai a light in the darkness karena di refer teman saya dan harus saya katakan tulisanmu “sangat membesarkan hati” karena saya termasuk segelintir orang yang mempersiapkan drama ini.

    Saya tidak menyangka bahwa ada yang menyimak sampai begitu dalam dan dilihat dari tulisan-tulisanmu sepertinya sangat concern dalam hal drama dan paduan suara.

    Saya jadi bertanya siapa yah ini ?🙂

  2. Saya jadi bertanya siapa yah ini ?🙂

    Let’s say….saya penikmat pertunjukan yang baik dan yang dipersiapkan dengan baik….hehe..
    Ya, A light in the darkness merupakan suatu drama yang sangat menarik dan dipersiapkan dengan sangat baik. Keep it up….semoga Tuhan memberkati pelayanan anda.
    Saya berbahagia bisa menikmatinya waktu itu…the pleasure’s mine.
    Saya tunggu karya berikutnya…ya!

  3. Wah. Ulasan luar biasa dan senang dapat menjadi berkat. Terimakasih untuk ulasan pada Lucifer. itu semua atas berkat dari Tuhan.
    namun tahukah anda, bukan hal yang mudah, bahkan jauh dari mudah untuk memerankan lucifer..?

    Silahkan buka Notes kesaksian saya dalam memerankan raja Iblis itu.

    http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=219948037595

    semoga kesaksian saya juga bisa menjadi berkat bagi anda.

    salam (tidak pakai “o yang maha tinggi”)😀

  4. Well…Rio, Robert, selain angle yang berbeda, perhatian kalian pada penggarapan detail membuat drama ini sangat saya nikmati.
    Semoga Tuhan terus dapat memakai talenta anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s