Dari Surabaya hingga Bangkalan

Selama ini Surabaya tidak pernah jadi tujuan utama libur keluarga melainkan hanya transit untuk kemudian berangkat menuju Bromo atau Kawah Ijen.

Tetapi rencana kali ini Surabaya merupakan tujuan tunggal dalam perjalananku. Dengan bantuan Richard dari travel biro aku dihubungkan dengan pemilik mobil sewaan sebuah APV plus supirnya.

Keluar dari Bandara Juanda aku ditemui pak Waluyo dan mulailah perjalanan ke Pelabuhan Kalimas yang senyap dari keriuhan bongkar muat karena libur pada hari Minggu. Kalimas merupakan pecahan dari Sungai Brantas yang berhulu di Mojokerto. Sepotong cerita dari Pak Waluyo mengatakan kalau sejak jaman Majapahit,  Kalimas sudah merupakan nadi perlintasan armada mereka.

 

DSC_0010

Pelabuhan Kalimas hari Minggu tanpa hiruk pikuk bongkar muat

 

DSC_0017

Perbaikan kapal

 

DSC_0019

 

Setelah Kalimas, tujuan berikutnya adalah Kampung Ampel atau sering pula disebut Kampung Arab yang terletak di Jalan Ampel sekitar 4 km dari Tanjung Perak. Pemukiman ini disebut Kampung Arab karena banyak dihuni oleh keturunan dari Timur Tengah. Di sini terdapat satu mesjid tertua di Surabaya yaitu Mesjid Ampel.

 

DSC_0029

Gerbang ke Kampung Arab dari Mesjid Ampel

 

DSC_0032

Pasar Kampung Arab

 

DSC_0035

Perumahan di Kampung Arab

 

DSC_0038

Kios Korma di pagar pemukiman

 

DSC_0044

Mesjid Ampel

 

Museum Sampoerna merupakan tujuan berikutnya, kompleks seluas 1,5 ha terletak di Jalan Taman Sampurna no. 6  berupa gedung yang dibangun tahun 1858 dulunya merupakan sebuah panti asuhan.  Museum ini nyaman, menarik, pekat dengan aroma cengkeh dan tidak dipungut bayaran, dibuka tahun 2003 setelah selesai direnovasi. Bangunan utama diperuntukan sebagai museum yang banyak berisi benda bersejarah maupun memorabilia  bagi perjalanan keluarga Liem Seng Tee dan perusahaan  Sampoerna. Pada bangunan utama ini pula kita dapat melihat 3900 buruh linting yang melinting rokok Djie Sam Soe dengan kecepatan 325 batang perjam serta mencoba melinting sendiri bagi yang berminat. Sayangnya aku berkunjung pada hari Minggu sehingga tidak ada kegiatan melinting. Di lantai 2 terdapat penjualan suvenir sedangkan pada sayap lain dibuka cafe yang menyediakan makanan dan minuman.

 

Melihat aku menggunakan kamera SLR, seorang petugas dengan santun meminta aku menandatangani surat pernyataan untuk tidak memakai foto yang diambil di sana sebagai materi komersial.

 

DSC_0070

Tumpukan Tembakau dan Cengkeh.

 

DSC_0049

Alat Rajang Tembakau kuno

 

Alat cetak bungkus rokok.

Alat cetak bungkos rokok

 

DSC_0055

Cetakan yang lama

 

DSC_0056

Koleksi alat cetak

 

DSC_0057

Perlengkapan Marching Band di Tournament of Roses Pasadena

 

DSC_0063

Tampak tempat linting yang sepi buruh di latar belakang

 

DSC_0066

 

DSC_0068

Nuansa Sampoerna banget

 

Selepas makan siang kami menuju Bangkalan melalui Jembatan Suramadu yang bertarif Rp.30,000 sekali jalan. Karena hari libur, antrian masuk cukup panjang dan disepanjang jembatan banyak mobil yang berhenti dan penumpang yang turun untuk berfoto. Angin cukup kencang yang membuat  aku agak khawatir melihat motor yang melaju di jalur khusus.

It is a thrill….

DSC_0079

Antrian di Suramadu

 

DSC_0082

 

DSC_0085

Persimpangan di Bangkalan

 

Pada saat aku minta pak Waluyo mengantar ke Masjid Cheng Ho, ia sempat berhenti beberapa kali untuk bertanya arah jalan. Ternyata Masjid ini terletak didalam kompleks perumahan dan berupa masjid kecil kalau dibandingkan dengan Majid Ampel. Terletak di Jalan Gading, bangunan mesjid ini merupakan perpaduan arsitektur Cina dan Jawa.

DSC_0090

Masjid Cheng Ho

 

DSC_0092

 

DSC_0088

 

DSC_0093

 

Hari berikutnya aku sempat ke Ken Park di Kenjeran dan ke Monkasel ( Monumen Kapal Selam ).

 

DSC_0122

Kuil di Ken Park

 

DSC_0164

Monumen Kapal Selam Pasopati

 

DSC_0154

Penjelasan di dalam Pasopati

 

Siang itu masih sempat belanja ke Mirota dan beli oleh oleh di Sidoarjo. Semua belanjaan di Sidoarjo dipak rapi dalam kardus, termasuk bandeng asap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s