Ars Amatoria – a cantata based on love poems by Sapardi Djoko Damono

Ticket

ARS AMATORIA (The Art of Love) adalah Cantata no. 1 karya Ananda Sukarlan yang didasari oleh puisi-puisi sastrawan besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono.

Mahakarya sepanjang40 menit ini akan ditata secara artistik oleh koreografer Chendra Panatan dan didukung oleh Daniel Christianto sebagai penyanyi bariton solo serta Linda Sitinjak sebagai penyanyi sopran solo. Selain itu, akan tampil juga paduan suara Cavallero Male Singers, dan paduan suara anak Jakarta Children & Youth Chorus. Tidak hanya olah vokal, eksplorasi instrumen pun menjadi bagian penting dari repertori utama ini. Hadir menampilkan kuartet gesek, seruling, dan english horn adalah Jakarta Conservatory Ensemble, dan tentu saja Ananda Sukarlan sebagai pianis.

ARS AMATORIA terdiri dari 11 bagian dan menggunakan 8 puisi karya pujangga besar Indonesia, Sapardi Djoko Damono, antara lain Selamat Pagi, Indonesia, Dalam Doaku dan Aku Ingin. Proses kreatif ARS AMATORIA bukanlah semata-mata membuat melodi dari kata-kata yang indah, melainkan jauh lebih mendalam dan bermakna sebagai sebuah mahakarya musik sastra Indonesia. Anandasendiri menganggap bahwa Sapardi adalah seorang pelukis besar, “… bukan dengan cat dan kanvas, melainkan dengan kata.”Itulah yang merupakan titik tolak Ananda untuk mencipta karya besar ini;ia melukis dengan melodi dan harmoni, dan warna-warna cat yang dipakainya adalah kata-kata Sapardi. Penggunaan teknik komposisi leitmotif menjadikan mahakarya ini sebagai pelopor dalam sejarah musik sastra Indonesia.

Kutipan diatas diambil dari akun Facebook Ars Amatoria

Ananda Sukarlan menggelar cantata pertamanya kembali tahun ini setelah pagelaran yang pertama melalui Jakarta New Year’s Concert 1 januari 2008.

Konser ini terdiri dari dua babak dengan Cantata Ars Amatoria digelar pada  babak kedua. Pada babak pertama, berbeda dengan New Year’s Concert, dibuka dengan dua karyanya untuk Film “Romeo Juliet” kemudian ada Rapsodia Nusantara serta satu karya yang dibawakan oleh Martin Tupanno.

Karya apa saja yang ditampilkan pada babak pertama ini mungkin ingatanku kurang lengkap karena pada konser kali ini tidak memakai BUKU PROGRAM dengan alasan kecintaan terhadap bumi sehingga berharap konser ini tidak memberi kontribusi bagi beban bumi. GO GREEN. Inovatif!

Babak kedua baru ditampilkan Cantata Ars Amatoria.

Mungkin buku acara tahun lalu Jakarta New Year’s Concert 2008, Ars Amatoria dibawah ini dapat membantu memberi gambaran karya Ananda Sukarlan yang ditampilkan pada babak 2 ini.

Jakarta New Year's Concert 2008

Jakarta New Year's Concert 2008

Pendukung acara pada konser kali ini, sebagai Soprano adalah Linda Sitinjak, Daniel Christianto sebagai penyanyi bariton, Martin Tupanno sebagai penyanyi Tenor, paduan suara Cavallero Male Singers, dan paduan suara anak Jakarta Children & Youth Chorus. Pemusik selain Ananda Sukarlan sebagai Pianist, Elizabeth Ashford pada Flute, Juhad Ansyari pada English Horn, Ade Simbolon pada Keyboard. Serta koreografi Chendra Panathan dibawakan oleh penari Mislam dan Susi.

Seperti konser tahun lalu, kali ini juga dihadiri Bapak Sapardi Djoko Damono.

Entah mengapa, makin lama aku makin suka “Aku Ingin” dan “Yang Paling Menakjubkan”. Syair dan musiknya indah apalagi flute di intro “Yang Paling Menakjubkan”

Juga aku lebih suka ekspresi mimik Pepi di New Year’s Concert dibanding kalemnya Daniel di konser akhir Mei ini. Tapi soal suara?….wuih dua-duanya siip.

One thought on “Ars Amatoria – a cantata based on love poems by Sapardi Djoko Damono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s