A Wake Up Call

“Pesona” Susan Boyle

Jumat, 17 April 2009 | 06:58 WIB

KOMPAS.com — Pengamat musik ternama, Simon Cowell, dan banyak penonton lainnya boleh saja tertawa, meremehkan, dan mencemooh. Itulah agaknya yang terjadi ketika Susan Boyle tampil di atas panggung acara Britain’s Got Talent. Ini adalah ajang pencarian bakat penyanyi versi Inggris, Sabtu (11/4), yang ditayangkan televisi Inggris.

Boyle adalah perempuan berusia 47 tahun dengan tubuh gemuk. Dia beralis tebal seperti Leonid Breznev dan berparas biasa-biasa saja. Dandanannya pun sederhana. Pokoknya sangat jauh dari gambaran calon idola yang biasa muncul di tayangan-tayangan televisi mana pun.

Perempuan asal Blackburn, gabungan beberapa desa di wilayah Wesy Lothian, Skotlandia, itu memang muncul seperti umumnya orang kampung. Lugu, tetapi tampak percaya diri.

http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/04/17/06582577/Pesona.Susan.Boyle


Aku tidak pernah gandrung dengan acara talent show jadi ketika tadi pagi saat membaca Kompas hal 11 tentang “Britain’s Got Talent”, I got no idea at all…. Aku hanya familiar dengan Simon Cowell yang berlidah tajam dan “raja tega” dalam memberi komentar.

Yang menarik perhatian malah gambaran tentang Susan Boyle, yang beralis tebal, bertubuh gemuk serta berusia jauh diatas rata-rata peserta lainnya. Semua gambaran ini terpampang dalam beberapa foto Ms.Boyle di halaman 11 itu. Tetapi yang tidak tergambar adalah suaranya…sehingga akupun mencari file ini di You Tube.

Susan Boyle, dalam tayangan itu pertama kali tertangkap kamera sedang duduk melahap sandwich dengan nyaman pada saat kebanyakan peserta sedang “senewen” menunggu giliran tampil. Lalu saat menjelang tampil ia mengatakan kalau “I always wanted to perform in front of a large audience” just as simple as that.

Pada saat berdiri di hadapan Simon Crowell, Amanda Holden dan Piers Morgan, Susan memang terlihat sangat percaya diri dan tidak pusing dengan mimik sinis dari sekelilingnya, kerlingan mata Simon yang memiliki banyak arti yang aku yakin tak ada niat memuji dalam kerlingan itu serta kerut kening Piers Morgan yang idem ditto dengan kerling Simon. Tidak pusing juga dengan kedua tali bra yang jatuh melorot dari pundak ke lengannya.

Kamera pun menangkap ekspresi sinis dan tidak percaya penonton pada saat Susan mengatakan ia ingin menjadi profesional singer atau saat mengungkapkan impiannya untuk menjadi seperti Elaine Paige.

Kemudian pada saat musik pengiring dimulai, masih tertangkap kamera senyum sinis Piers Morgan.

Dan pada saat suaranya mulai terdengar melantunkan “I Dreamed a Dream” dari Les Miserables…. alis Simon terangkat, mulut Amanda membentu huruf O yang sempurna, Piers memberikan ekspresi surprise….dan audience pun gemuruh……..

Aku tidak ingin memberi komentar tentang lagu, suara atau komentar Simon, Amanda dan Piers, tetapi aku tertarik dengan gesture Susan pada saat ia “blow a kiss” sebelum mulai berlalu dari panggung setelah selesai menyanyi tanpa menunggu applause mereda.

She just wanted to sing in front of a large audience, as simple as that.

Semua mengakui kalau mereka sudah sinis melihat penampilan Susan sebelum ia mulai menyanyi, menertawakannya dan memberi banyak komentar miring. Tetapi semua berubah setelah mendengarnya menyanyi.

Well…seperti kata Amanda, this is a wake up call for us!

Never judge a book from its cover adalah jargon yang sudah sangat sering kita dengar tapi tidak pernah kita pahami maknanya apalagi melakoninya.

Kita selalu menilai melalui hal-hal yang kasat mata sehingga terlalu sering memberi penilaian yang salah.

Shame on us!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s