Masih punya dua kali kesempatan lagi…?!?

Kamis, 5 Maret 2009.

Malam Deta mengeluh badannya ngilu dan sakit semua, sempat dipijit sebentar lalu tertidur.

Jumat, 6 Maret 2009.

Pagi-pagi Deta panas tinggi disertai pusing, terpaksa ijin sekolah walau masih dalam jadwal midtest. Sepanjang hari panas hanya turun sebentar bila diberi parasetamol.

Sabtu, 7 Maret 2009.

Masih panas. Dokter memberi antibiotik untuk tenggorokan yang sakit dari beberapa hari lalu disertai bekal surat pemeriksaan laboratorium jika masih panas dalam beberapa hari kedepan. Pressure test belum menunjukan tanda-tanda demam berdarah.

Minggu, 8 Maret 2009.

Masih panas, antibiotik cukup menolong sore throat tapi demam tetap ada.

Senin, 9 Maret 2009.

Public holiday. Semua laboratorium tutup. Tiada pilihan selain UGD rumah sakit. Rupanya bukan aku satu-satunya yang berpikiran demikian, UGD penuh dengan pasien. Dari pemeriksaan Hematokrit lengkap dan thrombosit yang diminta dokter jaga, aku minta ditambah Widal test dan SGPT/SGOT.

Deta kubawa pulang karena banyak pasien lain yang butuh bed disana lebih dari dia yang masih gagah perkasa.

Tengah hari saat bersiap berangkat mengantar Dio ke Bandung, kabar dari RS tentang hasil lab Deta, Thrombosit 104 ribu dengan SGPT dan SGOT duaratusan. Akhirnya hanya Yu yang mengantar Dio ke Bandung, aku menemani Deta di rumah.

Selasa, 10 Maret 2009.

Pagi itu kuraba kepala Deta….panasnya sudah turun. Sempat kuduga dia sudah melalui masa demamnya, dia sembuh atau ini gejala “pelana” Dengue Fever?

Untuk memastikan Deta periksa darah lagi. Selain hitung Thrombosit juga IgG dan IgM seharusnya sudah dapat terbaca karena ini sudah hari kelima.

Pukul 14 aku berangkat mengantar Ditto ke Bandung karena Yu cukup kelelahan semalam. Perjalanan pulang dari Bandung jam 19.00 semalam baru tiba di Jakarta pukul 01.30 dalam macet yang parah mulai dari pintu Pateur tol Padaleunyi hingga tol Cikampek. Efek long week end.

Baru dua jam perjalanan menuju Bandung, Yu mengabarkan hasil lab yang masuk via fax. Thrombosit 72 ribu dan IgG, IgM positif Dengue sekunder. Lagi? This is her second times. Yu memutuskan membawa Deta ke rumah sakit, dirawat inap. Teddy is a giant help to him, dia temani sampai Yu pulang diganti Wih yang menjaga Deta.

Aku sempat mengikuti pembekalan Ditto dan Dio pada pembukaan pelatnas di Bandung sembari menunggu rush hour berlalu. Pukul 18.30 baru mulai perjalanan pulang ke Jakarta.

Tiba di rumah sudah 21.30, aku berkemas dan berangkat lagi ke RS. Di kamar perawatan aku melihat muka Deta yang segar, cengengesan, sumringah sedang menonton cable TV …hehe..he..ga ada tampang sakit sama sekali. Great! Dia stabil. I’m exausted.

Rabu, 11 Maret 2009.

Dokter yang visit mengatakan kalau dia cukup stabil, masih bisa makan dengan temperatur tubuh 36 derajat, walau hari ini Thrombosit turun lagi ke 46 ribu.

You know what? Secara bercanda dokter bilang kalau yang dua tahun lalu dan yang sekarang merupakan dua strain Dengue yang berbeda jadi Deta masih bisa berkesempatan untuk 2 kali lagi mengalami 2 strain Dengue yang lain karena sudah memiliki kekebalan terhadap 2 strain yang pernah menginfeksi dia…(dengan catatan kalau strainnya ga nambah lagi lol?…)

Hah?!? Emang doyan?

Malam ini Yu yang menemani Deta di RS, aku pulang jam 23.30 untuk istirahat di rumah.

Kamis, 12 Maret 2009.

Pagi sempat mengantar Ditto ke Rasuna Said untuk menghindari three in one, dari sana langsung di drop ke RS.

Hasil penghitungan Thrombosit pagi ini mulai naik ke 73 ribu….wheeew.. akhirnya berlalu…trend mulai naik.

Dokter menjanjikan bisa pulang kalau pemeriksaan esok mencapai 100 ribuan.

Terima kasih Tuhan.

Jumat, 13 Maret 2009.

Last night was an awful night. Pencernaan aku yang sudah mulai ngambek dari kemarin siang makin menjadi-jadi hingga mengamuk semalaman, sampai pukul 4 pagi bolak balik ke toilet, I can barely rest.

Jam 9 hasil penghitungan Thrombosit sampel tadi pagi sudah keluar… 143ribu….Bisa pulang!!!

Tinggal tunggu dokter untuk dapat clearance.

Proses administrasi baru selesai hingga jam 2 lewat lalu beranjak pulang. Begitu mobil masuk ke rumah, Deta langsung menghilang….ke kamar mandi… Ternyata sejak diopname dia mengidamkan kesempatan bisa keramas… hehe….idaman yang aneh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s