a simple solution for an incurable “gaptek” like me

I think I know Archimedes’ feeling when he shout out “Eureka”….Karena perasaan itu sekarang sedang berbuncah dihati.

Keengananku yang paling tidak dapat dihindari selalu datang pada saat kebutuhan untuk memeriksa laporan yang berhubungan dengan keuangan ada di depan mata…ugh.. secara gue ga pernah belajar pembukuan (jamannya SMA dulu, sebelum pemisahan IPS dan IPA tidak diberikan pelajaran akutansi …it’s a long, long time ago)

Keadaan sekarang memaksa untuk harus mampu melakukan pemeriksaan laporan penjualan harian, tahunan dan memeriksa pembayaran yang masuk dan keluar…ugh.. Berdasarkan kebutuhan, ketidakmampuan dan keengganan yang saling berkaitan ini, tahun 2003 aku minta Ron untuk membuatkan kek…, menginstall kek…, atau apa saja yang dibutuhkan supaya komputer di rumah mampu mengatasi masalah yang berkaitan dengan “kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakmampuanku dan berkaitan dengan keenggananku” itu.

Mulailah proyek Ron untuk membuka pikiran ku yang gaptek dengan program sederhana disertai cara menggunakannya. Alamak…program yang judulnya sederhana itu ternyata rumitnya minta ampun. Masing-masing customer harus mempunyai nomor kode, yang setiap input data aku harus mengingat empat digit nomor kode itu! Dan hasil akhir yang aku inginkan adalah dari data penjualan yang dimasukkan nantinya harus match dengan data pembayaran yang masuk, tidak langsung didapat.

Selama dua minggu kucoba memasukkan data setiap hari dengan tekun sambil berharap akan bertambah lancar pada akhir bulan sehingga aku dapat mengajari Ninu melakukannya. Pada minggu ketiga perasaan enggan itu sudah menghalangi segalanya ditambah pemikiran bahwa Ninu masih dapat melakukan pencatatan di buku penjualan..so..what’s the point? Akhirnya kembali kecara lama.

Hingga kemudian  diakhir 2007 saat tenaga administrasi yang mengurusi keuangan choir group berhenti dan meninggalkan laporan keuangan yang harus dibenahi, secara parent committee aktifnya tinggal beberapa orang maka mau tidak mau, pembenahan laporan keuangan itu kuambil alih…( sok jagoan deh..)

Mulai saat itu secara tidak sengaja aku mulai belajar (nyontek sih sebenarnya..) tabel-tabel dengan Microsoft Excel dan mulai menggunakannya. Berdasarkan kebutuhan juga akhirnya terbentuk sistem yang sederhana untuk membuat laporan iuran, pengeluaran, pembayaran etc..etc. Selang 3 bulan kemudian, saat aku sedang mengerjakan laporan keuangan, Dio sempat bertanya dengan curious, “Belajar Excel dari mana?” hoho..ho… “Aku, gitu loh!!”

Kembali ke masalah yang berkaitan dengan “kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakmampuanku dan berkaitan dengan keenggananku” itu……

Menjelang akhir kepengurusan Parent Committee 2007-2009 aku mulai mencoba membuat sistem yang benar-benar sederhana untuk mengatasi masalah “kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakmampuanku dan berkaitan dengan keenggananku” dengan menggunakan Excel untuk memindahkan sistem dari buku ke komputer. Dengan tabel master per minggu yang sudah memuat semua nama customer, aku tinggal menginput data penjualan akan berakhir dengan balance nol kalau data pembayaran dimasukan. Master ini tinggal dicopy untuk tiap minggu berjalan. Hoho…ho..mengapa cara ini tidak pernah terpikirkan dari dulu?

Now I can use Neil Armstrong’s line “One small step for a man, one giant leap for mankind”….hoho… ga gitu-gitu amat kale.

PS.

Pada saat berbicara dengan person Parent Committee baru yang merasa tidak akan bisa melaksanakan tugasnya, aku sharing tentang banyak hal yang bisa kita pelajari dalam perjalanan waktu…. I wish I could share this particular matter…haha…ha..tapi tengsin bo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s