The Day: July 4th 2008

Masa persiapan untuk choir competition dan tour concert anak-anak, telah diakhiri dengan sepuluh hari karantina, konser di dua tempat dan kebaktian pengucapan syukur.
Tiga hari jeda yang tadinya dimaksudkan sebagai hari-hari tenang ternyata penuh kesibukan dan ketegangan. Sibuk mempersiapkan yang dirasa belum sempurna, melengkapi yang sudah lengkap, memeriksa kembali dokumen yang sudah berulangkali diperiksa, hingga hubungan telepon dengan pengurus yang lain kian intens, membahas saat-saat keberangkatan.
Aku tidak tahu bagaimana dengan yang lain tapi bagiku ketegangan sudah mencapai kulminasi, entah mengapa segala pikiran yang datang membuat aku tambah senewen. Bagaimana kalau ada dokumen yang tertinggal? Bagaimana kalau pihak airline melakukan kesalahan booking? Bagaimana kalau ada yang tidak dapat berangkat karena masalah imigrasi? Atau tidak diijinkan masuk oleh imigrasi Singapura? Bagaimana kalau… Bagaimana….arghh….sudah beberapa malam ini aku sulit tidur pulas.

Sehari sebelum keberangkatan semua peserta mengumpulkan bagasi yang akan dicheck in, lalu dimuat dan disusun kedalam light truck yang kemudian diparkir di garasi rumah.

Baru tertidur 2 jam, alarm clock sudah mengguncang seisi rumah yang lalu bersiap-siap. Rencananya aku akan dijemput Grace jam 5 lalu akan berangkat ke Bandara beriringan dengan truck berisi check in bagage sedangkan anak-anak akan diantar ayah mereka ke GAM dan dari sana berangkat bersama rombongan choir ke Bandara.

Pukul 04.30 aku mulai cemas menanti supir yang belum juga datang. Selang 10 menit kemudian aku mulai panik menelpon supir yang juga tidak kunjung menjawab. Bertambah panik pukul 05.00 kami membangunkan supir cadangan yang belum pernah dibrief tentang tugas mengantar bagasi ke Bandara. Akhirnya pukul 05.15 aku memutuskan untuk ikut bersama truck dan bertemu Grace di Bandara.

Jalanan masih sepi berbeda dengan suasana hati ku yang gemuruh dengan ketegangan.
Tiba di Terminal Bandara aku sudah ditunggu Grace, Zaki dan beberapa orang petugas angkut Bandara lengkap dengan beberapa trolley.
Sudah 30 menit behind schedule yang kami tetapkan sendiri walau sebenarnya Check In Counter baru akan buka pukul 07.00.

Membawa 40 koper melalui pemeriksaan X-ray merupakan tantangan berikutnya sampai akhirnya kedelapan trolley itu berjajar tepat didepan counter yang masih sepi.
Selang beberapa menit kemudian masuk pesan singkat yang mengatakan rombongan sudah tiba di Bandara.

Tidak berapa lama kemudian petugas counter datang dan bersiap untuk memulai kerja mereka pagi itu. Ternyata proses check in itu membutuhkan hampir 45 menit dan disambung dengan membayar fiskal bagi yang anggota rombongan yang tidak mendapatkan fasilitas bebas fiskal.
Belum rampung di loket fiskal, rombongan sudah masuk dan berbaris menunggu penyelesaian pembayaran fiskal.
Selesai proses fiskal paspor pun dibagi kepemilik masing-masing untuk melalui proses imigrasi yang kemudian berjalan lancar.

Menyenderkan punggung di sandaran kursi pesawat yang baru lepas landas, kupejamkan mata ku dan mengucap syukur karena sampai saat itu semuanya berjalan lancar. Tomorrow is another day………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s