Rute pulang….ditemani papan nama Pringsewu

Pagi ini Dio punya janji menemui Eng, anak Sleman teman pelatnas setelah OSN Makassar. Selesai breakfast kami semua punya acara masing-masing. Aku kembali ke Mirota, berharap pagi ini tidak terlalu padat pengunjung.

Trans Jogja. Jend Sudirman - Bringharjo Rp.3000,-

Trans Jogja. Jend Sudirman - Bringharjo Rp.3000,-

Kembali ke hotel untuk berkemas, loading ke mobil lalu beranjak ke Gama Candi untuk makan siang bareng Eng dan kakaknya.

Eng

Eng

Bila melihat penampilan dan tutur sapa Eng yang sederhana, mungkin tidak akan mengira kalau anak ini merebut medali perunggu International Biology Olympiad di Mumbay 13-20 juli 2008 yang lalu.

Dan Desember lalu ia menampik tawaran scholarship dari NTU Singapore karena akan memilih FK UGM.

Pada saat kuajak bicara mengenai pengalaman saat IBO, ia lebih banyak bercerita dengan nada rendah dan sederhana.

Aku berharap suatu saat ia akan berhasil menjadi orang besar kelak.

Rupanya perut yang terasa lapar membuatku “sedikit” lepas kendali pada saat memesan makanan sehingga semua over loaded karena terlalu banyak yang dipesan.

Jam 3 sore baru meninggalkan Gama Candi dan mulai perjalanan pulang ke Jakarta. Perjalanan kembali melalui jalur selatan dan pukul 9 malam berhenti untuk makan malam dan istirahat sejenak di Restoran Pringsewu, sekalian charge baterai hape. Sayangnya pada saat liburan seperti ini mereka tidak menerima order ala carte melainkan Express Menu, jadi kita ambil lauk yang diingini langsung dihitung porsinya.

Ada keriuhan sejenak setiap perjalanan ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur untuk Restoran Pringsewu dan groupnya, Pringjajar dan Kabayan. Jauh sebelum Pringsewu Tegal memecahkan Rekor Muri untuk petunjuk atau papan nama terbanyak, Dio sudah sering nyinyir melihat papan nama besar lengkap dengan iklan provokatifnya, “Pringsewu, Gurame Bakar, 70 KM” lalu berikutnya “Pringsewu, Restoran Taman, 69 KM” ditambah lagi 1 kilometer kemudian “Pringsewu, Toilet Bersih, 68 KM lagi” dan ini baru berakhir 50 meter menjelang Restorannya dengan papan besar bertuliskan “Pringsewu, 50 Meter sebelah kanan….Pelan-pelan” Hal ini sering membuat Dio sengit karena “Masih jauh gitu udah bikin orang laper”, katanya sewot.

Kadangkala lebih mudah memperhatikan papan petunjuk ini dibanding Patok petunjuk jarak yang berada dipinggir jalan, yang seringkali kurang jelas terlihat. Setiap perjalanan melalui Tegal, akan ada kubu yang memilih makan di Pringsewu Tegal ada yang memilih Kepiting di daerah Comal, nah keputusannya tidak mudah memang….

Beberapa tahun yang lalu aku pernah menerima telpon dari pihak Resto ini yang di Puwokerto yang menyatakan aku mendapat hadiah undian dari masa promosi mereka, hadiahnya setrika….yah… kalau dapet Motor pasti akan kuambil kesana….hehe…Ongkosnya ga nutup kalau ngambil setrika.

Tiba di Jakarta menjelang subuh, 03.30……..

One thought on “Rute pulang….ditemani papan nama Pringsewu

  1. Selamat Siang
    atas nama seluruh staff Restoran Taman Pringsewu mengucapkan terima kasih atas kunjungannya di tempat kami, semoga kedepan kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi kepuasan customer kami, apabila berkenan kami menantikan kunjungan berikutnya.
    Salam Hangat&Jabat erat

    Danang E Kristiyanto
    Ass Chief Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s