Visiting Baron after 2006 Jogja Earthquake

Pagi ini sudah lebih pintar, bangun lebih pagi supaya bisa melalui Breakfast dengan nyaman. Gudegnya? not so nice, sunny side up egg nya masih terlalu meler…Bubur Ayam aja deh yang aman dan…..jejejeng… masih lengkap sekali.

Pasar Bringharjo

Pasar Bringharjo

Selesai lalu ngebut pake taxi ke Bringharjo keliling gak menentu… ah kelihatan blus batik biru yang kemarin sudah beli 2 (satu biru dan satu lagi orange) dan waktu itu aku minta satu lagi yang biru, kata Mbaknya sudah habis. “Lho koq bisa keluar satu lagi Mbak?” si Mbak bilang ternyata waktu dibongkar ketemu satu lagi, sambil ketawa ( dia inget kejadian kemarin).

Suasana di dalam

Suasana di dalam

Di dalam pasar suasana bergulir meriah antara raut merengut para bapak yang (terpaksa) menemani para ibu yang sumringah bahagia memilih oleh-oleh. Selesai menikmati “suasana meriah” di dalam pasar, kami memutuskan melanjutkan petualangan belanja ketempat lain.

Bergegas kami menyeberang ke Mirota, aduh penuh sekali, berjejalan, berdesakan, mana asap dupanya banyaaak sekali…….tapi ditempat batik sutra agak lega. Beli yang maron coklat buat Papa dan yang biru, hijau dan maron buat Yu.

Jam 11 baru sampai ke hotel lagi kemudian beranjak menuju Wonosari. Jalanan kearah Wonosari lebih sepi dari jalur kemarin dan tidak banyak persimpangan (percaya deh, tiap persimpangan traffic lightnya cuma hijau selama 30 detik dan tau kan gimana santainya orang Jogja melakukan step : injek kopling, over versneling ke 1, lepas hand rem, lepas kopling….aduh buat mulai beranjak satu mobil saja lamaaa banget, jadi nunggu giliran kita lewat TL itu lamaaaaa banget dan persimpangannya banyaaaaaak banget)

Gunung Kidul sudah lebih hijau dibanding 2 tahun lalu tapi teteuph panas. Rasanya sebentar sudah tiba di Baron. Banyak tebing yang gugur oleh gempa Mei 2006 yl dan sedang tidak musimnya “Jengking” jadi aku ga bisa motret anak2 jongkok nonton Jengking di jemur. Batal rencana bikin foto sandingan dengan foto tahun 2000 yl saat anak2 jongkok terpesona lihat Jengking…hehe…

Boats

Boats

Manjat ke atas untuk lihat view Baron dari ketinggian. Kejadian Pangandaran terulang lagi, waktu itu pulang dari Galunggung, Na sudah bahagia karena tujuan berikutnya Pantai Pangandaran artinya no more climbing! Itu pemikiran Na tapi alam menyatakan lain..hehe.. ternyata cagar alam Pangandaran itu harus manjat! Komentar Na : “Kirain udah aman ga pake manjat, eh acara ke laut juga pake manjat..omijot” Dan medan di Cagar Alam Pangandaran itu berat bo, pake merayap turun segala.

Beranjak dari Baron kearah Kukup yang tetap indah. Pada saat berjalan tampak seperti berjalan diatas laut karena karang di pinggir pantai yang membentang cukup luas. Dari atas bukit, karang itu terlihat jelas.

Kukup

Kukup

Karang di pantai

Karang di pantai

Guguran akibat gempa 2006

Guguran akibat gempa 2006

View dari bukit

View dari bukit

040

Food stall di Kukup

Food stall di Kukup

Pulang dari Wonosari, hujan deras sehingga batal acara Dio dengan Eng. Seperti kemarin, kembali ke Gudeg Djuminten setelah drop anak-anak di hotel.

Malam itu hujan dan karena lelah, jadi semua diam di kamar hotel tidak berselera keluyuran lagi.

One thought on “Visiting Baron after 2006 Jogja Earthquake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s