Sepatu dan Sendal

Sesaat sebelum berangkat menjemput Deta di klub Bulutangkis, aku sempat memperhatikan sendal Dr.Kong ku sembari bertanya dalam hati, masih berapa lama lagi sendal ini dapat mempertahankan bentuknya setelah dipaksa rodi hampir enam bulan ini. Agak menyesal juga kenapa aku hanya membeli sepasang waktu itu, padahal sedang discount 50%. Saat itu aku belum pernah memakai alas kaki merk ini jadi agak ragu untuk membeli beberapa hanya dengan rekomendasi Kuku Fero bahwa sekarang crew CX pakai merek ini.

Ternyata alas kaki ini selain nyaman, kuat dan yang paling penting dapat menutupi kuku jari kelingking kakiku. Jari ini kukunya tampak tak elok karena pernah bermasalah pada saat gerak jalan 17 KM waktu masih SMP. Pernah terpikir melakukan minor surgery untuk memperbaiki penampilannya, tapi on the second thought rasanya cukup 3 kali melakukan Caesarian Sectio dan 2 kali opname karena Typhoid. Cukup.

Kan enggak banget kalau anak-anak ditanya kemana maminya terus menjawab “sedang di rumah sakit, permak kuku” Halah……..

Balik lagi kesoal Dr. Kong, aku rasa ini kebijakan yang paling manusiawi yang dilakukan Cathay, ganti designer Eropa dengan designer Asia. Pernah lihat sepatu disain barat? Bentuknya cantik, panjang dan langsing serta ujungnya yang sempit. Bisa dibayangkan kalau kaki Asia ( terutama kaki dari Indonesia! ) yang tebal dan lebar dibagian depan, dijejalkan ke dalam sepatu seperti itu. Aku bisa membayangkan karena kakiku pernah berada dalam sepatu seperti itu ( harafiah, bukan terjemahan dari “…if I’m on her shoes” ) selama 2 tahun. Setiap tiba di flat dengan menyeret suitcase dari long flight, hal pertama yang terpikir ingin kulalukan adalah melempar high heel Hermes itu kedinding. Aku sempat heran kenapa perusahaan yang seluruh awaknya dari Asia tapi selalu memakai designer Eropa.

Berbahagialah Kuku Fero sekarang, aku rasa dia bisa lepas dari ketergantungan untuk mengunjungi outlet School. Aku rasa sekarang aku sudah tidak akan menemukan segala perlengkapan untuk mengurangi penderitaan kakinya lagi. Seharusnya kebijakan ini dipikirkan oleh Cathay dari dulu.

2 thoughts on “Sepatu dan Sendal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s