WOMAN : strong yet delicate and fragile

Pagi ini saat membalas email yang menanyakan prosedur permohonan bebas fiskal, nama Ibu Ina Rosalina melintas kembali.

Ibu ini satu dari sekian perempuan yang aku sebut ”Super Woman”. Kenapa? Seperti ”Super Woman” yang lain, Ibu ini punya kompetensi dibidangnya disertai ”Drive” yang luar biasa tetapi seorang perempuan sejati serta seorang bunda yang mengutamakan keluarga dan anak-anaknya. Ini sebenarnya kriteriaku ( aku tekankan sekali lagi kalau ini merupakan acuan ku pribadi yang bisa saja berbeda dengan pendapat umum ) untuk menyebut beberapa perempuan yang aku kenal sebagai ”Super Woman”

Ibu Ina Rosalina, alumnus Hubungan Internasional dari salah satu perguruan tinggi swasta dan sempat mengajar cukup lama di almamaternya kemudian harus meninggalkan jabatannya sebagai dosen karena pindah kelain kota setelah menikah.

Yang istimewa dari Ibu ini adalah ”drive” untuk menyelesaikan masalah atau menunaikan tugas yang ia sanggupi.

Aku ingat saat kami bekerja sama untuk mengurus dokumen yang diperlukan anak-anak kami untuk berangkat kompetisi di luar negeri bulan Juli 2008.

Proses kami mulai awal Maret dimana Ibu Ina meminta aku mempersiapkan surat-surat dan data-data yang diperlukan berdasarkan informasi yang sudah dicari melalui jaringan pertemanannya. Setelah siap kami mulai mengunjungi temannya di Departemen Luar Negeri dan dari penjelasan Pak Sasongko inilah kami baru ”melek” beneran tentang birokrasi di departemen tempat dia bekerja yang sudah mulai dibenahi prosedural dan personelnya. Melalui penjelasan Pak Sasongko pula kami tahu prosedur dan arah yang seharusnya kami tempuh, lengkap dengan alasan mengapa instansi ini memerlukan surat rekomendasi dari instansi anu, mengapa instansi anu memerlukan dokumen anu……dan seterusnya….dan seterusnya…. Terima kasih Pak Sas!!!

Selanjutnya kami jalani satu persatu prosedur yang harus dilalui, benar, satu persatu.

Dari Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sampai ke Dirjen Pajak. Sampai selesai seluruh proses dan berhasil, kurang lebih memerlukan waktu 3 bulan.

Menyita energi dan waktu memang tapi tanpa ”jalan pintas” tanpa ”uang sogok”.

Rasanya? Puas banget! Dan jadi mengerti serta bertambah pengetahuan yang tidak akan didapatkan tanpa mengalami sendiri proses ini.

Dari seluruh proses ini termasuk disaat menemui jalan sulit atau salah menempuh jalur aku bisa menilai ”drive” Ibu Ina ini. Dan dari kerja sama dan hubungan kami kemarin, aku mendapat banyak pengalaman yang………put colours into my life.

Terima kasih banyak Ibu Ina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s