Gigi

Sore ini ngebut ke Sunter buat cabut benang operasi gusi Deta.

Setelah setahun dipasang kawat gigi ( sejak Desember 2007 ), hari Kamis yang lalu baru diambil tindakan untuk mengatasin gigi taring yang melintang ga bisa turun dari tulang rahang di atas gigi seri. Ribet kan dengar kasusnya?

Waktu dengar deskripsi masalah gigi ini aku langsung mumet ga tau mau diapain tu gigi.

Kenapa? Gigi taring itu tidak berada pada posisi seharusnya!!!

Dia ada diatas gigi seri, masih berada di tulang rahang, ga bisa turun, posisinya melintang pula. Dari awal aku minta gigi ini diusahakan untuk dipertahankan, karena kalau dibuang berarti yang akan mengisi tempatnya adalah gigi susu.

Setelah mengulur waktu terus akhirnya bikin janji dengan dokter bedah mulut ( kayanya dari TNI AL ). Tau ga gimana penanganannya?      sketsa-dokter-gigi

Gusinya dibuka, dibikin kaya flap sampai kelihatan tulangnya lalu tulang nya di bor sampai terlihat giginya. Pada gigi yang jagoan ngumpet itu ditempel bracket dan dipasang kawat kebawah. Flap itu lalu ditutup dan dijahit lalu kawat yang menjulur kebawah dikaitkan dengan kawat yang dipasang di depan jajaran gigi atas.

Nantinya kawat ini akan ditarik dengan tujuan supaya giginya akan turun ke tempat seharusnya sang gigi berada.

Dengar proses tindakannya aja udah bikin kaki ngilu rasanya, ngeliat? Nggak deh.

Kalau diri sendiri yang ngejalanin sih ga apa apa tapi kalau my baby? Hiks..hiks….

Akhirnya proses itu selesai dijalani hari Kamis 20 November 2008.

Dikasih antibiotik Cefat lalu Cataflam dan Mefinal.

Sampai dirumah di kompres es supaya ga bengkak, pesan dokternya.

Malam itu berlalu dengan baik, ga sakit, ga berdarah, karena memang Deta rapih dan ga grabag grubug. Nah paginya yang heboh, bengkaknya di pipi samping atas….heh ternyata yang harus dikompres itu meliputi daerah yang luas rupanya.

Tapi dia pede abis, berangkat sekolah lalu pulang sekolah masih nyambung nginep di skul urusan PMR. Bengkak? Iyalah tapi ga terlalu sakit, cuma ga bisa banyak ngomong atau mangap. Aku kirain malam atau pagi2 akan ada keluhan, ternyata aman-aman saja.

Dia bisa makan nasi, sikat gigi ( gimana caranya, jangan tanya deh!!! ) dll.

Sampai tadi sore, cabut benang jahitnya, baru aku berani ikut ngintip, rapi, sudah rapat.

Terima kasih Tuhan, sampai di sini semuanya berjalan dengan baik.


One thought on “Gigi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s