Hari itu ia melepas genggamannya dari ku untuk menjalani hari-harinya di Singapura tapi ia tak pernah lepas dari hati dan doa ku.
Saat aku berpaling dan beranjak dari tempat itu…sebagian hati dan jiwaku tertinggal di sana bersama Ditto.
Aku menghabiskan waktu menunggu bis dengan memandang lekat pintu kamarnya dan segala gerak geriknya di laundry room.





