Feeds:
Tulisan
Komentar

Beberapa hari yang lalu saat keriuhan pembobolan rekening bank melalui ATM masih belum reda, seseorang mencoba menipu ku melalui akun Facebook. Dan kemudian diketahui percobaan penipuan itu dilakukan secara masif hampir pada semua nama yang yang menjadi “friend” pada akun Facebook temanku itu.

Waktu kejadian  :  pada jam istirahat siang ( sipenipu memilih waktu beraksi dengan cermat, istirahat siang hari menurutku adalah saat dimana pekerja memiliki waktu untuk log on pada akun dan sering kali mengupdate statusnya )

Kronologi kejadian  :  tiba-tiba salah seorang alumnus SMA dulu dan teman akun FB ku ( kita sebut saja namanya Aaaaaaa ) menyapa melalui chat box lalu terjalinlah pertukaran kalimat seperti chat thread di bawah ini.

12:15pm Aaaaaaa

lagi dimana

12:16pm Aku

Hallu Aaaaaaa. Po kabar?

Lamo dak denger kabar dari kau

12:16pm Aaaaaaa

ia biasa

sibuk ni

pa kabar juga

bisa minta tolong btar kan

12:17pm Aku

Sippppppp, apo yang pacak aku tolong??

12:18pm Aaaaaaa

bisa tolong bantu gw transferin duit dulu kan,ntar jam 3 paling telat baru gw transferin balikin..
soalnya lagi sibuk ini

12:18pm Aku

transfer kemano? berapo?

12:19pm Aaaaaaa

bca

4jt

12:19pm Aku

no rek? atas namo siapo?

12:19pm Aaaaaaa

No. 3491076699 , a/n Winsen

tar jam 3an baru gw trasnferin balik,ok

12:23pm Aku

OK. Ntar ya…

12:23pm Aaaaaaa

ok

jam brapa kira2?

minta no rek kmu, tar siap Tt balik gw kabarin

12:24pm Aku

Ntar balikinnya gampang, minta no hape, ntar di sms kalo ud transfer.

12:25pm Aaaaaaa

ok

081373xxxxxx / 081289xxxxxx

12:26pm Aku

OK Ntar ku kabarin..

12:26pm Aaaaaaa

ok

Hingga kalimat keempat jawaban masih belum timbul kecurigaanku walaupun terasa agak aneh karena teman yang satu ini belum pernah bersikap demikian, dalam arti dia belum pernah meminjam uang pada ku serta sapaannya yang “dingin” tidak seperti biasanya yang heboh sesuai karakter kedaerahan kami.

Pada saat Aaaaaaa memberikan nomor rekening bukan atas namanya mulai aku memperhatikan kalau dia memakai kata ganti dirinya GW, gue, padahal sepanjang dialog hingga saat itu aku berbahasa daerah seperti biasanya kami bercakap-cakap.

Setelah menjawab “OK. Ntar ya…” aku segera menelpon hape Aaaaaaa untuk konfirmasi.

Benar saja, ternyata Aaaaaaa tidak tau menau dan saat itu ia sedang makan siang bersama salah seorang rekan alumni SMAyang aku kenal juga. Memahami situasi sebenarnya aku meneruskan dialog tersebut hingga dia memberikan nomor hapenya, yang mengherankan salah satu nomor tersebut merupakan nomor hape yang kuhubungi untuk konfirmasi tadi.

Beberapa saat kemudian Aaaaaaa asli mengabarkan kalau hampir semua teman akun FB dan YMnya juga mengalami modus yang sama, tetapi hingga saat ini belum terdata adanya teman yang menjadi korban. Beberapa teman alumni menyatakan mereka curiga pada perbedaan pemakaian bahasa sehari-hari serta peringatan yang segera diposting di milis alumnus. Bahkan beberapa teman mengacuhkan permintaan tersebut karena sempat membaca wall teman lain yang mengupdate statusnya dengan kecurigaannya terhadap permintaan melalui chat box itu.

Hingga di sini aku ingin membahas trik si penipu selain memilih waktu untuk kontak juga nominal yang diminta tidak terlalu besar, hanya pada kisaran 2-4 juta. Mungkin dengan pemikiran supaya jumlah yang tidak spektakuler akan membuat orang lebih mudah tergerak untuk membantu tanpa konfirmasi terhadap sipemilik akun yang asli.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana si penipu dapat menguasai akun Facebook tersebut? Memang sejak beberapa hari terakhir Aaaaaaa asli tidak dapat menggunakan YM maupun mengakses akun Facebooknya. Tapi berhubung ia masih dapat berhubungan dengan teman-teman melalui Blackberry, hal ini tidak membuatnya mencoba lebih jauh. Di sinilah kelalaian temanku itu sehingga membuka peluang kejadian seperti itu. Sebaiknya setiap selesai menggunakan YM atau akun Facebook, biasakan untuk log off sehingga memperkecil kemungkinan orang lain menggunakan atau menguasai akun atas nama kita.

Salah seorang teman yang nyaris menjadi korban sudah melaporkan nomor rekening si penipu ke kantor cabang bank tersebut dan di data. Apakah akan ada tindak lanjutnya…….?????

Aku jadi teringat pada percobaan penipuan lain yang kualami…..

Empat bulan terakhir ini, setiap bulan aku menerima sms seperti ini  :

( namaku )..” lg dimana..? Ini aku..”fidella..” ada gk temen yg jual pulsa…?

Kadangkala menggunakan nama Stella yang juga aku kenal, tapi karena Fidella dan Stella ini remaja yang menyapaku ‘Tante’ serta  tidak mungkin mengirim sms dengan bahasa seperti itu, aku tidak terpengaruh. Pada kali kejadian pertama aku masih mencoba menelpon nomor pengirim 081994618177 dan 081994510691 tapi tidak diangkat.

Hingga 2 minggu yang lalu aku bertemu Fidella dan memperlihatkan sms itu. Diapun bercerita kalau dia menerima sms yang sama yang menggunakan namaku serta memberikan nomor telepon temannya yang menjual pulsa.

Singkat cerita, teman yang menjual pulsa itu tertipu pulsa Simpati 500rb yang masuk ke nomor handphone bukan milik Fidela. Padahal sms permintaan pulsa itu memakai nomor Fidella, tanpa sepengetahuan Fidella sendiri….

Rumit ya….

Untuk menghindari penipuan-penipuan seperti ini, kita perlu mencermati hal-hal kecil yang kerap lupa diamati. Selain itu tidak ada salahnya bila kita membiasakan untuk waspada dalam segala situasi.

Besar kemungkinan si penipu tidak akan tertangkap atas percobaan penipuan yang dilakukannya kali ini tetapi setidaknya dengan menceritakan kejadian ini aku sangat berharap dapat mencegah jatuh korban yang tertipu dengan modus yang sama.

Dan aku juga berharap UU ITE tidak dikenakan pada posting ini karena aku hanya berniat tulus untuk mencegah penipu ini berhasil mendapatkan korban.

I love this movie.

Banyak hal yang diterjemahkan menarik, misalnya adegan baku hantam yang ditampilkan in slow motion lalu dalam kecepatan yang sebenarnya. Penggambaran era Victorian yang kelam cukup tepat.

Tampilan Sherlock Holmes yang Bohemian tapi nyentrik, karakter Dr. John Watson yang persis seperti karakter asli di buku membuat pasangan jadi sangat menarik.

Dua huruf “V.R.” ( victoria regina ) yang terbentuk oleh lubang peluru di dinding pada saat Holmes berlatih menembak di Baker Street……Gladstone, si anjing buldog pasti dikenali oleh penggemar karya Sir Arthur Conan Doyle.

Hanya saja aku menunggu ucapan Holmes yang terkenal itu tapi tak kunjung terdengar….

“It is elementary my dear Watson”

Tetapi film ini sangat menarik  apalagi buat orang yang tergila-gila pada forensic chemistry.

A Light in the Darkness

Ini judul sebuah drama Natal apokaliptik untuk merayakan Natal di GKY Green Ville pada tanggal 23 Desember 2009.

Sebuah drama perayaan Natal, yang menurutku dipandang dari  sudut yang lain sehingga sangat menarik dan berbeda dari drama-drama Natal lain yang sudah pernah kulihat.

Drama ini bukan sepenuhnya musikal tapi banyak dialog yang dinyanyikan dengan aransemen yang menarik. Selain pemeran utama, drama ini didukung oleh anggota paduan suara yang mendapat peran sebagai pasukan malaikat dan pasukan iblis.

Sistem play back memungkinkan pendukung dapat berkonsentrasi pada akting, mimik dan blocking. Walau play back tapi akting, mimik dan ketepatan gerak mulut dengan sound cukup baik.

Kostum, tata panggung, tata rias, cerita, lagu dan soundnya menunjukan kalau drama ini digarap secara sungguh-sungguh. Kostum pasukan Malaikat yang putih berkilau maupun pasukan Iblis yang kelam, digarap dengan baik.

Akting pemeran Lucifer kuanggap luar biasa……. Dari gerak tubuh yang tak pernah berhenti didukung kostumnya yang dipenuhi helai-helai bahan yang menjuntai diseluruh tubuhnya hingga pada pengucapan dialog yang bersesis-desis seperti ular penuh ancaman dan kemarahan. Belum lagi ekspresi matanya….bicara banyak!!!

Tokoh utamanya adalah Maria, Yusuf, Malaikat Gabriel, Malaikat Mikael, Iblis Lucifer serta Tuhan yang dimanifestasikan dengan cahaya terang dibelakang backdrop putih.

Moment ceritanya sangat berbeda dengan cerita kelahiran Yesus di palungan serta perjalanan tiga orang Majus. Cerita dibuka dengan scene saat Malaikat Gabriel diutus Tuhan untuk mengabarkan berita baik kepada perawan Maria saat itu juga Iblis berusaha keras untuk menghalanginya hingga Mikail pun diutus untuk melawan Iblis.  Setelah gagal menghalangi Gabriel, Iblis lalu berusaha menggagalkan ketaatan Maria menerima rencana Tuhan itu. Demikian pula selama perjalanan Maria yang tengah hamil beserta Yusuf menuju Betlehem, Iblis tidak pernah berdiam diri serta terus berusaha menghancurkan pasangan ini. Hanya satu tujuan Iblis yaitu menggagalkan kelahiran Yesus untuk menyelamatkan manusia.

Tetapi pada saat yang bersamaan tanpa sepengetahuan Maria maupun Yusuf, Malaikat selalu melindungi pasangan ini, selalu dalam pertempuran tak henti melawan Iblis. Hingga pada saat drama berakhir dengan kelahiran bayi Yesus, perlindungan itu tak pernah henti.

Kita dapat bercermin pada drama ini, demikian pula dalam kehidupan kita pada saat hendak taat dan melakukan rencana Tuhan, Iblis tak akan tinggal diam dan akan terus berusaha menggagalkan ketaatan kita.

Tetapi seperti cerita drama diatas, seringkali tanpa kita ketahui pula, Malaikat terus melindungi dan menguatkan kita selama taat pada rencana Tuhan.

Hal ini sangat membesarkan hati……….

Paduan suara saat membuka acara dengan dekor panggung dilatar depan

Anggota paduan suara dengan tata rias mata menghitam memerankan pasukan Lucifer yang lain menjadi pasukan Malaikat

Dekor tangga masuk

At the moment……

Senyap  menyeruak lalu sepi menyibak

Keduanya berjalin memintal gundah dalam hati…

…. hanya di dalam hati.

Riuh  sekeliling tak mampu mengusir sepi

Senyap juga tak sudi beringsut

Gundah,

Gundah……..

Aku lebih milih penerbangan pagi sekali karena lebih besar kemungkinan on time dibanding penerbangan siang, walau harus bangun jam 03.30 untuk flight Sriwijaya T50 tujuan Bandara Hanandjoedin, Tanjung Pandan. Sebelum pukul 9 kami sudah menyantap Mie Belitung yang kesohor itu di tempat Kai Cai. Tempatnya sederhana dalam gang kecil tanpa ac hanya 3 meja panjang diletakan menempel di dua sisi dinding lengkap dengan bangku kayu tapi yummy banget mienya, basonya.

Perut kenyang perjalanan lanjut ke arah Pantai Tanjung Kelayang yang terletak 27 km dari Tanjung Pandan. Sempat mampir ke Bukit Berahu Cottages di Tanjung Binga untuk istirahat dan menikmati juice Sirsak yang enak tapi sedikit terlalu manis karena dicampur Sprite.

Bukit Berahu Cottages membangun cottage dipinggir pantai sehingga dari parkir kita harus menuruni bukit melalui tangga kearah pantai sedangkan front desk, cafe dan kolam renang berada diatas bukit. Pantai ini teduh dinaungi pohon-pohon besar jadi….banyak nyamuknya.

 

DSC_0011

 

DSC_0024

 

DSC_0040

 

Sedang di Pantai Kelayang pepohonan tidak terlalu teduh tapi cukup menaungi pada saat beristirahat di saung atau tempat beristirahat yang terbuat dari semen.

 

DSC_0061

 

DSC_0062

 

DSC_0069

 

DSC_0066

 

Tengah hari perut sudah minta diisi lagi sehingga acara lunch diadakan di Cong Bu Resto di Tanjung Tinggi yang tidak jauh dari Tanjung Kelayar. Pantai di depan resto ini pun indah…. Udang masak kecapnya enak, Ikan Ilak Bakar…istimewa, Rajungan…gemuk padat, yang diambil dari kandang penyimpanan di pantai. Cuma yang perlu dipertimbangkan, harus menunggu agak lama jadi sinkronkan dengan situasi perut.

 

DSC_0103

View dari tempat duduk di dalam resto yang "setengah open air"

 

Setelah makan kami kembali mendatangi sisi lain dari Pantai Tanjung Tinggi ini yang menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangi.

DSC_0113

 

DSC_0121

 

DSC_0124

 

Sekarang spot ini menjadi salah satu tujuan wisata dan penduduk setempat membangun tenda untuk beristirahat serta menyediakan makanan dan kelapa muda. Saat ini lokasi tsb masih bersih dan nyaman…semoga tetap bertahan tidak over exploited.

Kami kembali kearah Tanjung Kelayang untuk naik perahu ke Pulau Lengkuas. Pemandangan dalam perjalanan pun…memukau.

 

DSC_0137

 

DSC_0162

 

DSC_0164

Pulau Lengkuas

 

Pulau Lengkuas ini hanya dihuni oleh penjaga Mercusuar yang dibangun jaman Belanda tapi sejak dua tahun yang lalu sudah dilengkapi panel surya sebagai sumber energi. Mercusuar ini terdiri dari 19 lantai dan memiliki balkon di lantai 18 yang memberikan akses untuk melihat pemandangan sekeliling pulau…..amazing.

 

DSC_0229

Mercusuar peninggalan Belanda, sejak 2 th yl memakai tenaga surya

 

DSC_0178

 

DSC_0180

 

Hari mulai gelap saat perjalanan kembali ke Tanjung Pandan dan malam itu ditutup dengan makan malam di Tjie Lan Rest di jalan Madura.

Pada hari kedua, kegairahan dimulai dengan bangun pukul 04.45 dan sarapan di kedai Mie Belitung Kai Cai…lagi…. lanjut dengan pengembaraan di pasar yang tak pernah habisnya memberi kejutan. Banyaknya seafood…dari jumlah, jenis hingga kesegarannya, bahkan sayuran, cabai hingga kunyit bisa menaik perhatian kami.

Perjalanan di mulai ke arah Belitung Timur dan perhentian pertama di Kuil Kwan Im yang dibangun diatas bukit. Tidak banyak yang menarik di sini kecuali anjing yang bermata unik, berwarna kuning.

 

DSC_0309

 

Pantai Burung Mandi yang didatangi kemudian menuju Rest Fega di Manggar.

 

DSC_0313

Pantai Burung Mandi

 

DSC_0322

 

DSC_0379

Ikan Ilak Tim dan Udang Bakar

 

DSC_0380

Kakap Merah masak Asem Pedes

 

Harus dicoba Ikan masak Rempa Nanas yang belum sempat difoto sudah hampir tandas… Catatan lain…ikan Ilak lebih enak di bakar dibanding dengan ditim.

Perjalanan menuju Gantung melalui Bukit Samak hingga tiba di SDN 9 Gantung yang menjadi lokasi shooting Laskar Pelangi.

 

DSC_0390

 

DSC_0382

 

DSC_0399

Bendungan Pice

 

Sepertinya cuaca panas mendorong pak Samsuri, yang mengantar kami keliling, membawa kami ke permandian Jeri, …somewhere menjelang persimpangan kearah Membalong dan Tanjung Pandan. Tempat ini teduh, airnya jernih dan sejuk.

 

DSC_0425

 

DSC_0461

 

DSC_0468

 

Yang menarik dari Belitung ini, sulit menemukan tempat sampah tapi tidak banyak sampah yang bertebaran. Maksud ku, sampah organik memang banyak tapi yang biasa mengganggu pandangan biasanya sampah plastik. Masyarakat di sini terbiasa menyapu halaman dan membakar habis sampahnya. Mungkin penggunaan daun Simpur yang mengurangi sampah palstik.

Pantai Tanjung Pendam yang berada di tengah kota Tanjung Pandan pun bersih kalau disandingkan dengan pantai Ancol. Sayang mendung menghalangi sunset yang dinanti sore itu.

 

DSC_0480

Tanjung Pendam

 

DSC_0476

Mendung

 

DSC_0522_resized

Mie Belitung di atas daun Simpur sebelum ditambahkan bahan lain. Pilihannya daging cincang atau daging ikan dirajang halus

DSC_0555

Tanaman Simpur yang masih muda

 

DSC_0548

Belitung....a paradise on earth.

Tulisan Sebelumnya »